Hahaha…
Sorry, ketawa dulu..
Soalnya ada pembahasan yang gak penting tapi kontroversial akhir-akhir ini.
Semua teman-teman satu lokal tau, bahkan berita itu diketahui hampir seluruh Mahasiswa, baik itu Mahasiswa kelas malam maupun Mahasiswa kelas pagi.
Ada satu temenku namanya Rafi, anak yang dulunya pinter, tapi karena kebanyakan ngelem power glue, dia malah jadi bego nggak ketulungan. Setiap pembicaraannya gak lepas dari serial tokoh Anime seperti, Miku Ohashi, Saori Hara dan Miyabi.
Seriously…
Ketika awal-awal kuliah, aku pernah bilang kayak gini kesalah satu temen paling cantik dilokal, Ocha namanya,
“Udah, jangan terlalu stress sama kuliah, jadi anak jangan kelewat pinter.”, dia emosi sambil bilang:
“Justru kuliah kudu bener. Biar IPK bagus, gampang nyari kerja.”, jawabnya ketus.
“Yaudah, ntar elu juga tau.”, aku meninggalkan sambil kibas rambut.
Dan alhasil, di tingkat akhir dia bilang:
“Duh, stress aku mikirin tugas-tugas ini”
“Huahahahahaha.”
“Tai lu.”
Kembali ketopik (Judul)…
“Pas tingkat satu semangat bisa kuliah. Pas tingkat kedua, mulai ngayal nanti lulus mau kerja di sini dan di situ. Pas tingkat ketiga, mulai mikir salah jurusan. Pas tingkat keempat pasrah, yang penting bisa lulus. Pas tingkat kelima, mulai mikir bosen idup” Pembahasanku bersama Geza dikesempatan waktu.
Kalian tau nggak, orang yang pinter di akademik, biasanya karena mereka sangat fokus sama tugas-tugas kuliah. Pinter sih pinter, tapi karena kebanyakan mikirin tugas, laporan, dan final project, mereka nggak sempet mikirin masa depan. Hasilnya, banyak mahasiswa pada bingung abis wisuda mau ngapain.
Penting atau tidaknya kuliah itu relatif. Kerja juga ada yang gak pake Ijazah, maka kuliah beserta tugas, laporan, dan Tugas Akhir itu, ya maaf, nggak semuanya penting.
Kecuali, orang-orang yang memikirkan kuliah memang konsentrasinya menjadi Saintis, maka wajib bagi dia untuk fokus terhadap akademiknya, tapi bagi orang yang nggak mau jadi saintis, belajar nggak selalu di bangku kuliah.
So, bagi teman-teman, jangan terlalu fokus sama nilai kuliah, fokus sama hal yang kalian senangi dan menghasilkan. Buat teman-teman yang mendapat nilai C, D, bahkan E. Santai mamen, pihak akademik bakal mempertimbangkan layak atau enggaknya nilai tersebut kita dapat. Kalau gak ada pertimbangan ya, kita analisa kelayakan kenapa dan mengapa kita dapat nilai itu? kalau tidak bisa juga, ya kebijakkan ada ditangan yang berwenang. Tetap hargai dan Ikuti. Karena itu pasti yang terbaik..
Sekali lagi, jangan terlalu berharap banyak sama nilai akademik. Karena hal itu adalah paradigma yang keliru, makanya aku berusaha menyampaikan ke temen-teman seketel seperjoinan sekalian, agar lebih santai menghadapi situasi yang sedang bergejolak ini. Ikuti aja prosedurnya, jangan gegabah. Aku takut ini adalah sebuah umpan untuk menghancurkan teman-teman sekalian. Kan kasihan adik-adik junior kita nanti harus mengikuti system yang sudah kita buat sendiri. Mulia sekali guhe.😉
Hehe, udah ah, aku takut nanti tulisan ini malah terkesan menyudutkan pihak tertentu. Inti dari tulisan ini agar yang terlalu fokus dengan nilai kuliah (dan tidak ada desire menjadi saintis), cobalah bersosial. Kuatkan mental menghadapi Tugas Akhir, udah itu aja cukup. Jangan sampe nanti susah sendiri. Ada istilah: Direction is more important than speed; tujuan lebih penting daripada kecepatan, karena banyak orang yang berlari cepat tapi nggak punya tujuan.
Jadi, jangan maksain ke hal yang kita nggak Passionate, nanti stress sendiri. Just remember, everybody is a genius, semuanya bisa jadi orang sukses. (Ippho Santosa and 7KR)


comment 0 komentar
more_vert